Heiiihooo!
So, ehm, dengerin dong, jadi, uhuk, kemaren lusa gue lomba paskibra antar sekolah se-jabodetabek.
Ga percaya kan, gue yang oon, slengean, cengengesan, lemot, bisa ikut kelompok paskibraka? Hohoho.
Tapi pas lomba kita kalah, huhuhu. Bodo amat lah. Yang penting masi bisa idup. Selama masih bisa makan nasi.....
Ehm.
Okelah. Btw, kemaren itu pertama kalinya gue dateng ke sekolah sebagai kakak kelas. Jadi, anak-anak baru kan pada tes masuk sekolah gue, dan sebagai anak OSIS yang baik, kami ditugaskan untuk memberi petunjuk dan pengarahan ke anak-anak baru itu.
Gue bertekad dan berharap bisa menjadi kakak kelas yang baik, berwibawa dan panutan untuk para calon adik kelas. Tapi apa mau dikata nasi telah menjadi dubur. Emang dari sononya udah freak, cacingan dan pecicilan, kami gagal calon kakak kelas yang tidak baik.
Oh iya, pas kemaren itu ada kejadian goblok. Jadi gini, uhuk, malaikat lewat dengerin dong, kita para calon kakak kelas yang tidak baik dikasih waktu istirahat sementara anak-anak barunya lagi ngerjain soal tes. Ya udah kita main di bawah. Dan di sinilah, kejadian nista itu berlangsung.
Cast: gue, xena, nimas, dan tamara, cybill, alfathan, billy dan reza dari kelas 8.
TKP: restoran padang di deket sunan giri.
Kronologisnya begini:
Di sekolah, xena mulai mengeluh laper. Gue juga laper. Kak tama ikut-ikutan laper. Lama-lama semua laper. Akhirnya, kita sepakat untuk makan di Sederhana. Semuanya langsung patungan. (Catatan: resto sederhana yang dideket sekolah gue itu termasuk bagus, gak kayak warung-warung padang yang dipinggir jalan itu. Termasuk menengah ke atas, seenggaknya bagi manusia gembel kayak kita)
Akhirnya kita jalan. Masuk ke restoran dengan riang gembira (terlalu riang gembira, makanya ga ada bedanya sama norak). Makanan di meja tersaji. Gue sama xena pake rebutan otak yang tinggal satu. Billy memberi saran bijak "kalo mau murah, makan nasi sama kuahnya aja. Kayak di iklan itu lho." Tapi, gue menuntut sambil menunjuk piringnya yang berisi nasi dan daging rendang. "Tuh ada dagingnya." terus bisa banget tuh anak ngelesnya: "ini kan bumbu yang menggumpal"
Kita makan, dengan sukacita. Selesai makan, datanglah mas-mas berwajah seram yang membawa barang jahanam di tangan kanannya. Benda itu adalah BON. Jeng jeng jeng! *musik serem*
Semua berdebar-debar. Menahan nafas. Kecuali Xena, dia mah kalo nafas pake insang.
Dan bener...
Total Rp. 173.000,00 dan uangnya kurang.
Langsung deh pada patungan lagi. Kurangnya banyak pula. Pas udah ludes semua, eh ternyata masih kurang dua ribu. Pada ribut nyari dua ribu perak. Pada meriksa kantong dan dompet. Duit gue habis ga bersisa. Mas-masnya pasang muka seram kayak preman blok m. Kayak bilang "lunasin tuh 173ribu atau bayar pake daging lu semua". Eh taunya si Reza langsung bilang "eh, ternyata gue ada!" Sambil melambai-lambaikan uang dua ribu perak. Gggrrrh, pengen gue tempeleng. Akhirnya kita berhasil bayar walaupun dengan perjuangan. Memang, we naturaly born as gembel.
Tapi, pas pulang sekolah ada surprise buat nimas yang hari itu ulang tahun ke-13. Kita ngumpul di lab fisika yang kosong, matiin lampu, dan si nimas digeret sama adisty dengan mata ditutupin sapu tangan. Nimas kayak udah ketakutan (takut diceplokin) dan kayak mau nangis gitu. Pas dibuka sapu tangannya, dia liat pacarnya, si alfathan, bawa kue ulang tahun buat dia dan kita nyanyi "happy birthday to you". Si alvin kaga jelas, kita lagi hanyut terbawa suasana romantis alfathan sama nimas *ciaelah*, si alvin malah tereak "so suwit, so suwit, so suwit" merusak suasana banget dah pokoknya.
Okelah, cukup sekian dan terimakasih.
*tut*
Minggu, 18 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar