Hey bloggies.
Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan! (Iye, gue tau, telat)
Yah, sekarang jam 12 malem, sekarang bulan purnama dan saya akan berubah menjadi guguk.
Lah kok guguk? Kerenan juga serigala.
Tapi, mereka bersaudara, bung.
Bodo ah.
Yah, sekarang jam 12 malem, gue gak tau bulannya kayak apa dan saya belum tidur dan lapar dan bosan.
Makanya gue nulis di sini.
Gue tadi diajak bokap gue ke Kelapa Gading, sama Mbak Arin dan sampe rumah jam setengah sebelas.
Dan gue, jeng jeng, belum bisa tidur sama sekali padahal orang rumah udah pada tidur semua. Mereka punya bakat yang sama dengan gue: gampang tidur. Tapi bakat gue lebih keren: gampang tidur dan tidak gampang bangun.
Tapi kok sekarang gue gak bisa tidur? Gue masih menyalahkan bulan purnama.
Yah, karena barusan gue laper, gue nyari makanan kayak gelandangan. Akhirnya gue buka kulkas di dapur, nyari makanan yang bisa dimakan tanpa harus masak dulu... Dan pilihan gue jatuh pada lemper ayam yang aduhai itu.
Daaaan, karena lempernya dingin, gue anget-angetin dulu di atas perut, terus gue taro di balik bantal... Huahahaha. Random.
Btw, gue baru baca Nefertiti: Sang Ratu Keabadian karyanya Michelle Moran. Cool. Info: Nefertiti itu Ratu Mesir (sekitar 1340thn SM), istrinya Firaun Amenhotep, ibunya (bukan ibu juga sih. Istri keduanya Amenhotep, Kiya, yang ngelahirin, bukan dia) Tutankhamun. Nah, Amenhotep itu Firaun, yang mukanya lonjong dan aneh, bibirnya tebel dan pinggulnya gede banget, dia yang ngubah Tuhan rakyat Mesir dari Amun-Ra ke Aten-Ra. Nah, si Tutankhamun (King Tut) ini penggantinya dia, tapi mati muda, belum diketahui dia wafat karena sakit atau dibunuh. Mereka ini orang beneran, bukan tokoh fiksi! Masih nggak mudeng? Buka aja Wikipedia.
Sebelumnya gue gak pernah ngebayangin Nefertiti seperti yang ada di buku itu. Yang gue bayangin, Nefertiti itu kalem, anggun, tenang dan gak macem-macem (dari mukanya keliatannya sih gitu. Liat aja patung Nefertiti. Cantik deh). Nah, kalo di bukunya, digambarin si Nefertiti itu ambisius, agak licik, agak egois (tapi nggak jahat!) dan, ehem, rada pengen eksis.
Emang, dia selalu mendukung proyek Amenhotep yang aneh-aneh (mengganti Tuhan, dari Amun-Ra ke Aten-Ra. Amun itu dewa Matahari, sedangkan Aten adalah matahari itu sendiri. Isis, Horus, Osiris, dan semua dewa lain dihilangkan. Terus, mindahin pusat pemerintahan dari Thebes ke Amarna. Lalu, mengganti gaya lukisan dan patung. Banyak deh), tapi di buku ini Nefertiti digambarin LICIK. Bayangin, pas Kiya (istri Amenhotep yang satu lagi) baru aja melahirkan, Nefertiti pura-pura sakit parah supaya Amenhotep dan orang-orang nggak dengan begitu saja ngelupain Nefertiti karena mereka udah punya putra mahkota. Terus, dia egois. Dan, pengen eksis.
Yah, memang sih, kalo buku yang berdasar kisah nyata, tapi belum jelas kebenarannya (iyalah! 1340 years before century) kayak gitu, karakter tokohnya didasarkan pada perspektif penulisnya. Tapi penulisnya, Michelle Moran itu hebat banget! Buku kayak gitu kan pasti perlu penelitian yang dalam, dan di buku ini penggambarannya akurat banget. Padahal, Michelle Moran sendiri masih 30 tahun! Oh iya, gue baru tahu juga, ternyata Mutnodjmet (Nefertiti's lil sis) menikah sama Jenderal Nakhtmin dulu sebelum nikah sama Horemheb. Yah, banyak deh info-info lain yang bagus. Gue emang suka kisah-kisah Mesir Kuno.
Okedeh,
Sekarang saya sudah mulai ngantuk.
Eh, sekarang udah jam atu? Gue udah nulis sejam.
Bye folks!
Sweet dream!
xoxo,
Ata.
Adek gue nitip one kiss.
X.
Sabtu, 11 September 2010
Rabu, 07 Juli 2010
New Header, Minta Saran :)
Hello everyone.
Gue baru ganti header, whatchathink? Hohoho, it's kinda freak but nice, huh?
Pas gue liat-liat lagi, kok blog gue jadi nuansanya oriental gitu, ya? Backgroundnya putih, headernya gue megang kipas dan background foto gue warnanya merah... Tadinya gue mau ganti background atau font, tapi bingung nge-match warnanya. Tapi kalo ada saran, komen aja ya ;).
Bye!
Luv and hug,
Ata
Gue baru ganti header, whatchathink? Hohoho, it's kinda freak but nice, huh?
Pas gue liat-liat lagi, kok blog gue jadi nuansanya oriental gitu, ya? Backgroundnya putih, headernya gue megang kipas dan background foto gue warnanya merah... Tadinya gue mau ganti background atau font, tapi bingung nge-match warnanya. Tapi kalo ada saran, komen aja ya ;).
Bye!
Luv and hug,
Ata
Jumat, 11 Juni 2010
HANTU!!!
Jujur, gue heran sama film horor Indonesia.
Film-film horor lokal yang biasa gue liat itu cuma film penuh jerit-jerit tanpa plot dan setan-setannya kayak lagi main cilukba. Bentar muncul, bentar ilang (malahan kadang dibombastiskan dengan adegan si setan ngilang, terus muncul lagi dari balik pintu, ilang lagi, terus nongol dari dalem jamban).
Udah gitu, judul-judulnya aneh pula. Ada Tali Pocong Perawan lah, Bangku Kosong lah, Tiren (Mati Kemaren) lah, bahkan baru- baru ini gue denger ada film horor baru yang ga boleh beredar, judulnya kalo gak salah, Pocong Datang Bulan. Hah? Pocong Datang Bulan? Gue gak bisa ngebayangin pocong (yang wanita, tentunya) males diajakin temen-temennya shopping karena lagi PMS, terus minum Kiranti Sehat Datang Bulan... Dan pacarnya si Pocong-betina-datang-bulan ini jadi males ngajak malam jumatan (malem mingguannya makhluk halus itu malam jumat, right?) karena si pocong wanitanya sering bete... Aduh please deh, film macam apa itu? Jangan-jangan nanti malah ada sekuelnya yang judulnya Pocong Menopause.
Nah, makanya gue gak pernah takut sama gitu-gituan.
Kayak waktu itu tuh. Waktu itu gue lagi di BMS (Batu Night Spectacular), Malang. Tempatnya semacam dufan mini. Gue diajak om gue, om Totok, ke rumah hantunya. Jadilah kita ber-empat (gue, Om Totok, Tante Anita dan seekor anak tengil, alias adek gue) beli tiket di loketnya. Kata mas-masnya, si penjaga tiket, "Mau yang naik kereta atau jalan? Harganya sih sama, pak."
"Hmmm," sahut om gue. "Bedanya apa mas?"
"Yang jalan sih lebih serem." Jawab si mas-mas loket.
Akhirnya kita sepakat pilih yang jalan kaki, walaupun tante Anita agak ga setuju. Tante Anita sempet parno sendiri.
Gue menenangkan tante Anita. "Tenang, tante," ucap gue sotoy, dengan pengetahuan gue yang dangkal. "Gak seserem itu sih, kayaknya. Kata mas-nya kan yang jalan lebih serem. Nah, rumah hantu ini kan ada dua kategori! Gak Serem Sama Sekali dan Gak Serem! Berarti yang jalan ini termasuk kategori Gak Serem!"
Ternyata, gak ngaruh.
Tante Anita tetep keukeuh gak mau masuk walaupun udah beli tiket. Akhirnya, cuma gue, om Totok dan si tengil yang masuk ke rumah hantu.
Isinya sih gak gitu serem. Cuma patung-patung setan standar: vampir, kuntilanak, pocong, dsb. Gerak-geraknya juga rada kaku, tapi si Indy malah ketakutan gak jelas gitu. Si Indy malah jalan dengan mata tertutup, saking takutnya (walaupun dituntun om gue, sih). Tinggal dikasih kacamata item gede ala film-film jadul (catatan: bukan film jadul keren kayak Breakfast at Tiffany's, melainkan film jadul cupu tapi sok gaul kayak Catatan Si Boy) plus tongkat, jadi deh tukang pijet keliling.
Eh, di dalem, ketemu Om Anto. Gue sempet mikir aneh-aneh: apakah benar ini Om Anto? Mungkin saja ini om Anto palsu. Ah, tidak. Diameter perutnya sama besarnya seperti biasa, berarti ia om Anto asli (karena tak seorangpun yang bisa men-duplikat perut om Anto, luar biasa).
Dan, kedatangan om Anto malah membuat suasana makin gak serem, jauh dari harapan "rumah hantu yang bener-bener spooky dan bikin merinding" yang ada malah "rumah hantu dengan hantu-hantu cacat habis nabrak pohon yang bikin ilfil sendiri".
Contoh: kita sampe di area yang isinya bangku-bangku kosong mengitari meja makan bergaya Eropa, bangku-nya maju mundur sendiri dan cangkir-cangkirnya terangkat sendiri. Gue bergumam pelan, "cara kerjanya gimana, ya?". Om Anto nunjuk ke bawah meja dan bilang, "tuh ada stop kontaknya." Bener-bener bikin suasana jadi gak horror. Om Totok sampe bilang, "Anto ah! Jadi ga serem tau!"
Gitu deh, akhirnya trip kita di rumah hantu cuma terisi oleh kritikan tak berbobot seperti, "eh, mayatnya ga bangun-bangun sih" dan "pocongnya kok geser-geser doang ya, harusnya kan lompat" atau hinaan tak berprikehantuan seperti "ih, suter ngesotnya kayak gembel kelindes kereta mencoba senam aerobik".
Dan, klimaks dari seluruhnya ada di bagian ini. Kita sampai di belokan lorong (bentuk rumah hantunya lorong-lorong, terus sampe di area yang agak besar, lorong lagi, dst) dan di samping kanan kita ada cermin. Om Totok, yang dari tadi terus mengomentari dengan ejekan dan nada meremehkan, tiba-tiba TERIAK KENCENG BANGET sampe gue ikut teriak, nyambung ke om Anto, dan Indy ikutan teriak. Kita jadi seperti anak cewek, dua ekor sapi dan cacing tanah yang idiot semua berbaris dan mencoba menyanyikan bagian "HALO!" di lagu Halo Walking On Sunshine versi Lea Michelle-nya Glee.
Dan mau tau Om Totok teriak karena apa?
OM TOTOK TERIAK KENCENG DENGAN VOLUME NAUJUBILE KARENA MELIHAT PANTULAN WAJAHNYA SENDIRI DI CERMIN!
Om Totok akhirnya cuma bisa berkata dengan sedih, "ternyata wajahku lebih serem dari setan-setan yang tadi, ya?"
*ngik*
Selesai
Film-film horor lokal yang biasa gue liat itu cuma film penuh jerit-jerit tanpa plot dan setan-setannya kayak lagi main cilukba. Bentar muncul, bentar ilang (malahan kadang dibombastiskan dengan adegan si setan ngilang, terus muncul lagi dari balik pintu, ilang lagi, terus nongol dari dalem jamban).
Udah gitu, judul-judulnya aneh pula. Ada Tali Pocong Perawan lah, Bangku Kosong lah, Tiren (Mati Kemaren) lah, bahkan baru- baru ini gue denger ada film horor baru yang ga boleh beredar, judulnya kalo gak salah, Pocong Datang Bulan. Hah? Pocong Datang Bulan? Gue gak bisa ngebayangin pocong (yang wanita, tentunya) males diajakin temen-temennya shopping karena lagi PMS, terus minum Kiranti Sehat Datang Bulan... Dan pacarnya si Pocong-betina-datang-bulan ini jadi males ngajak malam jumatan (malem mingguannya makhluk halus itu malam jumat, right?) karena si pocong wanitanya sering bete... Aduh please deh, film macam apa itu? Jangan-jangan nanti malah ada sekuelnya yang judulnya Pocong Menopause.
Nah, makanya gue gak pernah takut sama gitu-gituan.
Kayak waktu itu tuh. Waktu itu gue lagi di BMS (Batu Night Spectacular), Malang. Tempatnya semacam dufan mini. Gue diajak om gue, om Totok, ke rumah hantunya. Jadilah kita ber-empat (gue, Om Totok, Tante Anita dan seekor anak tengil, alias adek gue) beli tiket di loketnya. Kata mas-masnya, si penjaga tiket, "Mau yang naik kereta atau jalan? Harganya sih sama, pak."
"Hmmm," sahut om gue. "Bedanya apa mas?"
"Yang jalan sih lebih serem." Jawab si mas-mas loket.
Akhirnya kita sepakat pilih yang jalan kaki, walaupun tante Anita agak ga setuju. Tante Anita sempet parno sendiri.
Gue menenangkan tante Anita. "Tenang, tante," ucap gue sotoy, dengan pengetahuan gue yang dangkal. "Gak seserem itu sih, kayaknya. Kata mas-nya kan yang jalan lebih serem. Nah, rumah hantu ini kan ada dua kategori! Gak Serem Sama Sekali dan Gak Serem! Berarti yang jalan ini termasuk kategori Gak Serem!"
Ternyata, gak ngaruh.
Tante Anita tetep keukeuh gak mau masuk walaupun udah beli tiket. Akhirnya, cuma gue, om Totok dan si tengil yang masuk ke rumah hantu.
Isinya sih gak gitu serem. Cuma patung-patung setan standar: vampir, kuntilanak, pocong, dsb. Gerak-geraknya juga rada kaku, tapi si Indy malah ketakutan gak jelas gitu. Si Indy malah jalan dengan mata tertutup, saking takutnya (walaupun dituntun om gue, sih). Tinggal dikasih kacamata item gede ala film-film jadul (catatan: bukan film jadul keren kayak Breakfast at Tiffany's, melainkan film jadul cupu tapi sok gaul kayak Catatan Si Boy) plus tongkat, jadi deh tukang pijet keliling.
Eh, di dalem, ketemu Om Anto. Gue sempet mikir aneh-aneh: apakah benar ini Om Anto? Mungkin saja ini om Anto palsu. Ah, tidak. Diameter perutnya sama besarnya seperti biasa, berarti ia om Anto asli (karena tak seorangpun yang bisa men-duplikat perut om Anto, luar biasa).
Dan, kedatangan om Anto malah membuat suasana makin gak serem, jauh dari harapan "rumah hantu yang bener-bener spooky dan bikin merinding" yang ada malah "rumah hantu dengan hantu-hantu cacat habis nabrak pohon yang bikin ilfil sendiri".
Contoh: kita sampe di area yang isinya bangku-bangku kosong mengitari meja makan bergaya Eropa, bangku-nya maju mundur sendiri dan cangkir-cangkirnya terangkat sendiri. Gue bergumam pelan, "cara kerjanya gimana, ya?". Om Anto nunjuk ke bawah meja dan bilang, "tuh ada stop kontaknya." Bener-bener bikin suasana jadi gak horror. Om Totok sampe bilang, "Anto ah! Jadi ga serem tau!"
Gitu deh, akhirnya trip kita di rumah hantu cuma terisi oleh kritikan tak berbobot seperti, "eh, mayatnya ga bangun-bangun sih" dan "pocongnya kok geser-geser doang ya, harusnya kan lompat" atau hinaan tak berprikehantuan seperti "ih, suter ngesotnya kayak gembel kelindes kereta mencoba senam aerobik".
Dan, klimaks dari seluruhnya ada di bagian ini. Kita sampai di belokan lorong (bentuk rumah hantunya lorong-lorong, terus sampe di area yang agak besar, lorong lagi, dst) dan di samping kanan kita ada cermin. Om Totok, yang dari tadi terus mengomentari dengan ejekan dan nada meremehkan, tiba-tiba TERIAK KENCENG BANGET sampe gue ikut teriak, nyambung ke om Anto, dan Indy ikutan teriak. Kita jadi seperti anak cewek, dua ekor sapi dan cacing tanah yang idiot semua berbaris dan mencoba menyanyikan bagian "HALO!" di lagu Halo Walking On Sunshine versi Lea Michelle-nya Glee.
Dan mau tau Om Totok teriak karena apa?
OM TOTOK TERIAK KENCENG DENGAN VOLUME NAUJUBILE KARENA MELIHAT PANTULAN WAJAHNYA SENDIRI DI CERMIN!
Om Totok akhirnya cuma bisa berkata dengan sedih, "ternyata wajahku lebih serem dari setan-setan yang tadi, ya?"
*ngik*
Selesai
Kamis, 27 Mei 2010
a little bit of (too many) all my stupid thoughts
Ada banyak pikiran, asumsi dan pendapat tolol yang bersarang di otak gue. Dan inilah 10 biji dari beberapa, eh enggak, BANYAK pikiran bodoh yang muncul di otak gue. Ada yang punya pendapat sama kayak yang gue sebutin? ;-)
1. Suka berharap, kalo aja buku pelajaran bisa diblender terus kalo diminum walaupun sepait apapun, kita bisa hafal isi buku itu.
2. Cowok yang menulis "xixixixi" atau "qiqiqiqiqi" dan memasang ikon senyum kayak gini ----> ^_^, itu sama saja dengan mendiskon kejantanannya sebanyak 45%.
3. Orang yang kalo nulis gede kecil, titik atau komanya dibanyakin, nulis banyak pake tanda kutip (cth: Sekolahnya jadi sekolah'a) itu BUKAN ALAY. Dia gak memahami kaidah penempatan tanda baca yang benar dan ejaan yang disempurnakan, maka dengan kata lain: BEGO.
4. Orang yang Drama Queen itu ngelelahin banget kalo dia lagi curhat (apalagi kalo curhatnya disertai airmata berderai-derai), tapi kawan terbaik untuk diajak gossip.
5. Suatu kisah akan jauuuuuuhh lebih romantis jika diakhiri dengan pemakaman, bukan pernikahan yang happy ending tapi gitu-gitu aja.
6. Cowok yang suka curhat lewat telepon sama temen cowoknya patut dipertanyakan orientasi seksualnya. It's just so... Uhm, gay.
7. Hanna Beth is a 'Chicken'!!!
8. Pas lagi denger lagu Baby-nya Justin Bieber (ngaku, sekarang suka nyanyi-nyanyiin lagu dengan keras ini tanpa ada sebab), pas di reff-nya, gue suka ngebayangin si Justin (di dalem videonya) lagi hamil dan mengelus-elus perutnya. #ih #apabangetgakjelas #sorryBeliebers!
9. Kalo diliat dari isinya, pemimpin maupun pengisi rubrik di koran PosKota, Lampu Merah, dsb itu adalah udang-udang (yang kuantitas otaknya paling cuma seupil gue, itupun setengahnya) dengan tingkat intelektualitas sama dengan babi hutan (gak punya sopan, asal sradak-sruduk) serta tingkat intelegenitas yang setara dengan batu kali (ya, tau sendiri kan... Batu kali kan gak punya otak, intelegen dari mana?).
10. Sifat orang itu bisa diketahui justru dari gaya nulis, status dan tweet-nya. Kalo diliat dari bio atau about me-nya, misalnya dia bilang "I'm simple" belum tentu dia se-simple yang kita kira. Atau kalo di statusnya dia nulis single padahal bukan #menyedihkanmemang
:)
1. Suka berharap, kalo aja buku pelajaran bisa diblender terus kalo diminum walaupun sepait apapun, kita bisa hafal isi buku itu.
2. Cowok yang menulis "xixixixi" atau "qiqiqiqiqi" dan memasang ikon senyum kayak gini ----> ^_^, itu sama saja dengan mendiskon kejantanannya sebanyak 45%.
3. Orang yang kalo nulis gede kecil, titik atau komanya dibanyakin, nulis banyak pake tanda kutip (cth: Sekolahnya jadi sekolah'a) itu BUKAN ALAY. Dia gak memahami kaidah penempatan tanda baca yang benar dan ejaan yang disempurnakan, maka dengan kata lain: BEGO.
4. Orang yang Drama Queen itu ngelelahin banget kalo dia lagi curhat (apalagi kalo curhatnya disertai airmata berderai-derai), tapi kawan terbaik untuk diajak gossip.
5. Suatu kisah akan jauuuuuuhh lebih romantis jika diakhiri dengan pemakaman, bukan pernikahan yang happy ending tapi gitu-gitu aja.
6. Cowok yang suka curhat lewat telepon sama temen cowoknya patut dipertanyakan orientasi seksualnya. It's just so... Uhm, gay.
7. Hanna Beth is a 'Chicken'!!!
8. Pas lagi denger lagu Baby-nya Justin Bieber (ngaku, sekarang suka nyanyi-nyanyiin lagu dengan keras ini tanpa ada sebab), pas di reff-nya, gue suka ngebayangin si Justin (di dalem videonya) lagi hamil dan mengelus-elus perutnya. #ih #apabangetgakjelas #sorryBeliebers!
9. Kalo diliat dari isinya, pemimpin maupun pengisi rubrik di koran PosKota, Lampu Merah, dsb itu adalah udang-udang (yang kuantitas otaknya paling cuma seupil gue, itupun setengahnya) dengan tingkat intelektualitas sama dengan babi hutan (gak punya sopan, asal sradak-sruduk) serta tingkat intelegenitas yang setara dengan batu kali (ya, tau sendiri kan... Batu kali kan gak punya otak, intelegen dari mana?).
10. Sifat orang itu bisa diketahui justru dari gaya nulis, status dan tweet-nya. Kalo diliat dari bio atau about me-nya, misalnya dia bilang "I'm simple" belum tentu dia se-simple yang kita kira. Atau kalo di statusnya dia nulis single padahal bukan #menyedihkanmemang
:)
Jumat, 21 Mei 2010
Justin Bieber?
Yang sedang baca blog gue ini sekarang pasti kenal sama orang yang namanya gue sebutkan di dalem judul.
Kalo kalian ngefans sama orang ini, kalian pasti udah histeris gak sabar ngebaca artikel dan berita terbaru tentang si Justin. Kalo enggak, kalian pasti mikir, "hah? Ata nulis tentang Justin Bieber? Kerasukan apa tuh anak?"
Ehm, oke.
Gue gak ngefans sama Justin kayak kebanyakan temen-temen gue. Tapi gue juga bukan hater, jadi ya gue netral aja. Malahan jujur deh, gue gak gitu suka. Walaupun ada sih beberapa lagunya Justin yang gue lumayan suka.
Jujur, gue gak gitu suka sama artis yang terlalu over-expose gitu. Tiap hari nongol jadi trending topic di twitter. Fans-fansnya gak bisa berhenti ngomongin dia. Tiap edisi majalah, pasti memuat, walaupun cuma seupil, berita tentang Justin Bieber. Fansnya yang kebanyakan cewek-cewek benci sama orang yang (digosipin) pacaran sama Justin. Yah, yang gitu-gitu deh. Hal-hal gak penting.
Tapi jujur, gue salut banget sama fans-fansnya Justin Bieber (yang biasa disebut Belieber). Namun, gue juga prihatin. Kok bisa ya mereka se-fanatik itu? Kok bisa ya mereka marah-marah karena ada orang yang ngatain Bieber? Kok bisa ya mereka se-kompak itu demi seorang artis yang bukan rahasia umum lagi, jadi celebrity crush-nya setiap cewek padahal mereka ga kenal?
Banyak Beliebers yang beruntung di-reply atau di-retweet atau di follow back, di twitter. Baru-baru ini gue tau kalo mau dia notice sama kita, caranya adalah dengan kasih dia sebuah mention berisi permintaan follback atau mention (tak perlu dengan kata-kata yang berkesan, hanya dengan "follow me back, @justinbieber!! Pleaaassee!" Itu sudah cukup). Kemudian, mention dia berkali-kali dalam sehari. Kan, mau gak mau, mention yang muncul di timelinenya dia jadi numpuk.
Gue pernah bilang ke salah satu temen gue. "Kasian ah si Titin (panggilan gue buat Justin), repot nanti dia timelinenya penuh sama permintaan follback kayak gitu. Kasian, itu kan sama aja spamming." Terus dengan mantap temen gue berkata, "emang harusnya gitu, ta. Cuma gitu cara supaya dia bisa notice sama kita!".
Berarti, jika ingin diperhatikan seseorang, SAMPAHI SAJA HALAMAN RUMAHNYA.
*********
Kalo kalian ngefans sama orang ini, kalian pasti udah histeris gak sabar ngebaca artikel dan berita terbaru tentang si Justin. Kalo enggak, kalian pasti mikir, "hah? Ata nulis tentang Justin Bieber? Kerasukan apa tuh anak?"
Ehm, oke.
Gue gak ngefans sama Justin kayak kebanyakan temen-temen gue. Tapi gue juga bukan hater, jadi ya gue netral aja. Malahan jujur deh, gue gak gitu suka. Walaupun ada sih beberapa lagunya Justin yang gue lumayan suka.
Jujur, gue gak gitu suka sama artis yang terlalu over-expose gitu. Tiap hari nongol jadi trending topic di twitter. Fans-fansnya gak bisa berhenti ngomongin dia. Tiap edisi majalah, pasti memuat, walaupun cuma seupil, berita tentang Justin Bieber. Fansnya yang kebanyakan cewek-cewek benci sama orang yang (digosipin) pacaran sama Justin. Yah, yang gitu-gitu deh. Hal-hal gak penting.
Tapi jujur, gue salut banget sama fans-fansnya Justin Bieber (yang biasa disebut Belieber). Namun, gue juga prihatin. Kok bisa ya mereka se-fanatik itu? Kok bisa ya mereka marah-marah karena ada orang yang ngatain Bieber? Kok bisa ya mereka se-kompak itu demi seorang artis yang bukan rahasia umum lagi, jadi celebrity crush-nya setiap cewek padahal mereka ga kenal?
Banyak Beliebers yang beruntung di-reply atau di-retweet atau di follow back, di twitter. Baru-baru ini gue tau kalo mau dia notice sama kita, caranya adalah dengan kasih dia sebuah mention berisi permintaan follback atau mention (tak perlu dengan kata-kata yang berkesan, hanya dengan "follow me back, @justinbieber!! Pleaaassee!" Itu sudah cukup). Kemudian, mention dia berkali-kali dalam sehari. Kan, mau gak mau, mention yang muncul di timelinenya dia jadi numpuk.
Gue pernah bilang ke salah satu temen gue. "Kasian ah si Titin (panggilan gue buat Justin), repot nanti dia timelinenya penuh sama permintaan follback kayak gitu. Kasian, itu kan sama aja spamming." Terus dengan mantap temen gue berkata, "emang harusnya gitu, ta. Cuma gitu cara supaya dia bisa notice sama kita!".
Berarti, jika ingin diperhatikan seseorang, SAMPAHI SAJA HALAMAN RUMAHNYA.
*********
Selasa, 11 Mei 2010
chat bodoh gue dan iko
Participants:
-------------
ata.febrianne, ikodesta
Messages:
---------
ata.febrianne: Apa?
ikodesta: JIKA SAYA NGE-VISIT BLOG ANDA
ikodesta: SAYA AKAN MENJADI GILA
ata.febrianne: Biarin, gila itu sehat
ikodesta: maksudnya
ikodesta: gajadi deh
ikodesta: ribets
ata.febrianne: Jelaskan saja, tak perlu secara detail dan kompleks, jelaskan seperti anda sedang berbicara dengan anak umur 5 tahun
ikodesta: saya menjadi lebih gila daripada sebelum saya masuk blog anda
ata.febrianne: Oh begitu
ata.febrianne: Jika, basic-nya udah gila, tambah gila itu bagus
ata.febrianne: So, keep enjoy my blog :)
ikodesta: ta, kalo misalnya nanti lo udh liat foto gue pas rambut gue pendek
ikodesta: rambut gue kira2 potong pendek gak?
ata.febrianne: Maksudnya?
ikodesta: nanti pas lo liat foto gue pas rambut gue pendek
ikodesta: kira2 lo setuju gak kalo rambut gue dipotong pendek?
ata.febrianne: Hmmmm, mungkin setuju
ikodesta: -__________________-
ata.febrianne: Rambut lo digundulin juga gue mah setuju-setuju aja
ikodesta: njir lu
ata.febrianne: Bahasanya tinggi euy
ikodesta: bercanda
ikodesta: makasih ya ta
ikodesta: :P
ata.febrianne: Tapi beneran, trust me, coba deh gundulin
ikodesta: gamau
ikodesta: MAKASIH
ata.febrianne: Badan lo kan kecil, lo tinggal gue bedong dan gue bawa2
ata.febrianne: Dan memperkenalkan lo ke orang2 sebagai bayi gue
ikodesta: lu kira gue masih orok
ata.febrianne: Atau, bisa juga gundul dengan upin style: gundul licin dengan satu helai rambut tersisa di puncak
ata.febrianne: Keren sekali itu
ikodesta: memalukan
ikodesta: eh, udah sampe mana?
ata.febrianne: Kertosono, hampir pare
ata.febrianne: Yeay bentar lagi wooo hooo
ikodesta: horeeeeeeee
ata.febrianne: Hey
ata.febrianne: Lo
ata.febrianne: Onlen
ata.febrianne: Gak
ata.febrianne: Sih?
ikodesta: hallow
ikodesta: BUZZ!!!
ikodesta: maafkan saya
ikodesta: saya dinner 2jam ini
ikodesta: ATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
ikodesta: BUZZ!!!
ikodesta: ATTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
-------------
ata.febrianne, ikodesta
Messages:
---------
ata.febrianne: Apa?
ikodesta: JIKA SAYA NGE-VISIT BLOG ANDA
ikodesta: SAYA AKAN MENJADI GILA
ata.febrianne: Biarin, gila itu sehat
ikodesta: maksudnya
ikodesta: gajadi deh
ikodesta: ribets
ata.febrianne: Jelaskan saja, tak perlu secara detail dan kompleks, jelaskan seperti anda sedang berbicara dengan anak umur 5 tahun
ikodesta: saya menjadi lebih gila daripada sebelum saya masuk blog anda
ata.febrianne: Oh begitu
ata.febrianne: Jika, basic-nya udah gila, tambah gila itu bagus
ata.febrianne: So, keep enjoy my blog :)
ikodesta: ta, kalo misalnya nanti lo udh liat foto gue pas rambut gue pendek
ikodesta: rambut gue kira2 potong pendek gak?
ata.febrianne: Maksudnya?
ikodesta: nanti pas lo liat foto gue pas rambut gue pendek
ikodesta: kira2 lo setuju gak kalo rambut gue dipotong pendek?
ata.febrianne: Hmmmm, mungkin setuju
ikodesta: -__________________-
ata.febrianne: Rambut lo digundulin juga gue mah setuju-setuju aja
ikodesta: njir lu
ata.febrianne: Bahasanya tinggi euy
ikodesta: bercanda
ikodesta: makasih ya ta
ikodesta: :P
ata.febrianne: Tapi beneran, trust me, coba deh gundulin
ikodesta: gamau
ikodesta: MAKASIH
ata.febrianne: Badan lo kan kecil, lo tinggal gue bedong dan gue bawa2
ata.febrianne: Dan memperkenalkan lo ke orang2 sebagai bayi gue
ikodesta: lu kira gue masih orok
ata.febrianne: Atau, bisa juga gundul dengan upin style: gundul licin dengan satu helai rambut tersisa di puncak
ata.febrianne: Keren sekali itu
ikodesta: memalukan
ikodesta: eh, udah sampe mana?
ata.febrianne: Kertosono, hampir pare
ata.febrianne: Yeay bentar lagi wooo hooo
ikodesta: horeeeeeeee
ata.febrianne: Hey
ata.febrianne: Lo
ata.febrianne: Onlen
ata.febrianne: Gak
ata.febrianne: Sih?
ikodesta: hallow
ikodesta: BUZZ!!!
ikodesta: maafkan saya
ikodesta: saya dinner 2jam ini
ikodesta: ATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
ikodesta: BUZZ!!!
ikodesta: ATTTTTTTTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Minggu, 18 April 2010
Paskibra, jadi senior & krisis moneter
Heiiihooo!
So, ehm, dengerin dong, jadi, uhuk, kemaren lusa gue lomba paskibra antar sekolah se-jabodetabek.
Ga percaya kan, gue yang oon, slengean, cengengesan, lemot, bisa ikut kelompok paskibraka? Hohoho.
Tapi pas lomba kita kalah, huhuhu. Bodo amat lah. Yang penting masi bisa idup. Selama masih bisa makan nasi.....
Ehm.
Okelah. Btw, kemaren itu pertama kalinya gue dateng ke sekolah sebagai kakak kelas. Jadi, anak-anak baru kan pada tes masuk sekolah gue, dan sebagai anak OSIS yang baik, kami ditugaskan untuk memberi petunjuk dan pengarahan ke anak-anak baru itu.
Gue bertekad dan berharap bisa menjadi kakak kelas yang baik, berwibawa dan panutan untuk para calon adik kelas. Tapi apa mau dikata nasi telah menjadi dubur. Emang dari sononya udah freak, cacingan dan pecicilan, kami gagal calon kakak kelas yang tidak baik.
Oh iya, pas kemaren itu ada kejadian goblok. Jadi gini, uhuk, malaikat lewat dengerin dong, kita para calon kakak kelas yang tidak baik dikasih waktu istirahat sementara anak-anak barunya lagi ngerjain soal tes. Ya udah kita main di bawah. Dan di sinilah, kejadian nista itu berlangsung.
Cast: gue, xena, nimas, dan tamara, cybill, alfathan, billy dan reza dari kelas 8.
TKP: restoran padang di deket sunan giri.
Kronologisnya begini:
Di sekolah, xena mulai mengeluh laper. Gue juga laper. Kak tama ikut-ikutan laper. Lama-lama semua laper. Akhirnya, kita sepakat untuk makan di Sederhana. Semuanya langsung patungan. (Catatan: resto sederhana yang dideket sekolah gue itu termasuk bagus, gak kayak warung-warung padang yang dipinggir jalan itu. Termasuk menengah ke atas, seenggaknya bagi manusia gembel kayak kita)
Akhirnya kita jalan. Masuk ke restoran dengan riang gembira (terlalu riang gembira, makanya ga ada bedanya sama norak). Makanan di meja tersaji. Gue sama xena pake rebutan otak yang tinggal satu. Billy memberi saran bijak "kalo mau murah, makan nasi sama kuahnya aja. Kayak di iklan itu lho." Tapi, gue menuntut sambil menunjuk piringnya yang berisi nasi dan daging rendang. "Tuh ada dagingnya." terus bisa banget tuh anak ngelesnya: "ini kan bumbu yang menggumpal"
Kita makan, dengan sukacita. Selesai makan, datanglah mas-mas berwajah seram yang membawa barang jahanam di tangan kanannya. Benda itu adalah BON. Jeng jeng jeng! *musik serem*
Semua berdebar-debar. Menahan nafas. Kecuali Xena, dia mah kalo nafas pake insang.
Dan bener...
Total Rp. 173.000,00 dan uangnya kurang.
Langsung deh pada patungan lagi. Kurangnya banyak pula. Pas udah ludes semua, eh ternyata masih kurang dua ribu. Pada ribut nyari dua ribu perak. Pada meriksa kantong dan dompet. Duit gue habis ga bersisa. Mas-masnya pasang muka seram kayak preman blok m. Kayak bilang "lunasin tuh 173ribu atau bayar pake daging lu semua". Eh taunya si Reza langsung bilang "eh, ternyata gue ada!" Sambil melambai-lambaikan uang dua ribu perak. Gggrrrh, pengen gue tempeleng. Akhirnya kita berhasil bayar walaupun dengan perjuangan. Memang, we naturaly born as gembel.
Tapi, pas pulang sekolah ada surprise buat nimas yang hari itu ulang tahun ke-13. Kita ngumpul di lab fisika yang kosong, matiin lampu, dan si nimas digeret sama adisty dengan mata ditutupin sapu tangan. Nimas kayak udah ketakutan (takut diceplokin) dan kayak mau nangis gitu. Pas dibuka sapu tangannya, dia liat pacarnya, si alfathan, bawa kue ulang tahun buat dia dan kita nyanyi "happy birthday to you". Si alvin kaga jelas, kita lagi hanyut terbawa suasana romantis alfathan sama nimas *ciaelah*, si alvin malah tereak "so suwit, so suwit, so suwit" merusak suasana banget dah pokoknya.
Okelah, cukup sekian dan terimakasih.
*tut*
So, ehm, dengerin dong, jadi, uhuk, kemaren lusa gue lomba paskibra antar sekolah se-jabodetabek.
Ga percaya kan, gue yang oon, slengean, cengengesan, lemot, bisa ikut kelompok paskibraka? Hohoho.
Tapi pas lomba kita kalah, huhuhu. Bodo amat lah. Yang penting masi bisa idup. Selama masih bisa makan nasi.....
Ehm.
Okelah. Btw, kemaren itu pertama kalinya gue dateng ke sekolah sebagai kakak kelas. Jadi, anak-anak baru kan pada tes masuk sekolah gue, dan sebagai anak OSIS yang baik, kami ditugaskan untuk memberi petunjuk dan pengarahan ke anak-anak baru itu.
Gue bertekad dan berharap bisa menjadi kakak kelas yang baik, berwibawa dan panutan untuk para calon adik kelas. Tapi apa mau dikata nasi telah menjadi dubur. Emang dari sononya udah freak, cacingan dan pecicilan, kami gagal calon kakak kelas yang tidak baik.
Oh iya, pas kemaren itu ada kejadian goblok. Jadi gini, uhuk, malaikat lewat dengerin dong, kita para calon kakak kelas yang tidak baik dikasih waktu istirahat sementara anak-anak barunya lagi ngerjain soal tes. Ya udah kita main di bawah. Dan di sinilah, kejadian nista itu berlangsung.
Cast: gue, xena, nimas, dan tamara, cybill, alfathan, billy dan reza dari kelas 8.
TKP: restoran padang di deket sunan giri.
Kronologisnya begini:
Di sekolah, xena mulai mengeluh laper. Gue juga laper. Kak tama ikut-ikutan laper. Lama-lama semua laper. Akhirnya, kita sepakat untuk makan di Sederhana. Semuanya langsung patungan. (Catatan: resto sederhana yang dideket sekolah gue itu termasuk bagus, gak kayak warung-warung padang yang dipinggir jalan itu. Termasuk menengah ke atas, seenggaknya bagi manusia gembel kayak kita)
Akhirnya kita jalan. Masuk ke restoran dengan riang gembira (terlalu riang gembira, makanya ga ada bedanya sama norak). Makanan di meja tersaji. Gue sama xena pake rebutan otak yang tinggal satu. Billy memberi saran bijak "kalo mau murah, makan nasi sama kuahnya aja. Kayak di iklan itu lho." Tapi, gue menuntut sambil menunjuk piringnya yang berisi nasi dan daging rendang. "Tuh ada dagingnya." terus bisa banget tuh anak ngelesnya: "ini kan bumbu yang menggumpal"
Kita makan, dengan sukacita. Selesai makan, datanglah mas-mas berwajah seram yang membawa barang jahanam di tangan kanannya. Benda itu adalah BON. Jeng jeng jeng! *musik serem*
Semua berdebar-debar. Menahan nafas. Kecuali Xena, dia mah kalo nafas pake insang.
Dan bener...
Total Rp. 173.000,00 dan uangnya kurang.
Langsung deh pada patungan lagi. Kurangnya banyak pula. Pas udah ludes semua, eh ternyata masih kurang dua ribu. Pada ribut nyari dua ribu perak. Pada meriksa kantong dan dompet. Duit gue habis ga bersisa. Mas-masnya pasang muka seram kayak preman blok m. Kayak bilang "lunasin tuh 173ribu atau bayar pake daging lu semua". Eh taunya si Reza langsung bilang "eh, ternyata gue ada!" Sambil melambai-lambaikan uang dua ribu perak. Gggrrrh, pengen gue tempeleng. Akhirnya kita berhasil bayar walaupun dengan perjuangan. Memang, we naturaly born as gembel.
Tapi, pas pulang sekolah ada surprise buat nimas yang hari itu ulang tahun ke-13. Kita ngumpul di lab fisika yang kosong, matiin lampu, dan si nimas digeret sama adisty dengan mata ditutupin sapu tangan. Nimas kayak udah ketakutan (takut diceplokin) dan kayak mau nangis gitu. Pas dibuka sapu tangannya, dia liat pacarnya, si alfathan, bawa kue ulang tahun buat dia dan kita nyanyi "happy birthday to you". Si alvin kaga jelas, kita lagi hanyut terbawa suasana romantis alfathan sama nimas *ciaelah*, si alvin malah tereak "so suwit, so suwit, so suwit" merusak suasana banget dah pokoknya.
Okelah, cukup sekian dan terimakasih.
*tut*
Langganan:
Postingan (Atom)